Sungguh mengherankan jika seorang pemimpin hanya mengkhawatirkan
keselamatan diri dan keluarganya dari rongrongan rakyat atau lawan-lawan
politiknya, sementara ia menelantarkan rakyatnya dalam jeratan
kemiskinan.
Suatu hari sahabat Abu Dzar al-Ghiffari memohon kepada Rasulullah SAW
untuk mengabdikan diri sebagai pemimpin di daerah seperti sahabat
lainnya. Abu Dzar berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau hendak
menggunakan (jasa)-ku?“ Namun, Rasulullah SAW yang mengetahui karakter
para sahabatnya mengetahui bahwa Abu Dzar tidak cocok untuk menjadi
seorang pemimpin. “Wahai Abu Dzar, engkau itu lemah (dalam
kepemimpinan), dan kepemimpinan itu ialah amanah dan akan menjadi
kehinaan serta penyesalan pada Hari Kiamat.“
Rasul SAW tidak meragukan kesalehan dan ketakwaan Abu Dzar al-Ghiffari,
tetapi ia hendak mengingatkan akan bahaya menjadi pemimpin tanpa mampu
menjalankan amanah yang diembannya. Karena, pemimpin tidak hanya
bertanggung jawab kepada rakyatnya, tapi kepada Allah.