Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Bekerja Untuk Indonesia

Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Biduk Kebersamaan

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Kesungguhan Membangun Peradaban

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Showing posts with label taujihat. Show all posts
Showing posts with label taujihat. Show all posts

Sabar itu Indah

Manusia seringkali berlaku egois. Ketika menginginkan rindu sesuatu, ia berdoa habis-habisan dan berupaya sungguh-sungguh demi tercapainya segala yang dirindukan. Tatkala berhasil, serta-merta ia pun melupakan Allah. Bahkan ia menganggap bahwa keberhasilan itu adalah hasil jerih payah dirinya sendiri.

Kami ingin kedamaian, kami yakin bisa

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Kesuburan Negri ini sudah tidak diragukan lagi, hanya bumi Nusantara yang selalu menjadi rebutan bangsa lain , Alhamdulillah sejak 17 agustus 1945, kita merasakan kemerdekaan, Namun rentang waktu 1945-2013 apakah dapat dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh elemen bangsa ini.
Petani salah satu elemen yang berperan penting sebagai pelaku produksi yang digunakan hasil olahannya oleh masyarakat apakah juga merasakannya.
Petani adalah istilah untuk masyarakat yang mengolah hasil pertanian maka petani yang mengolah hasil ternak disebut petani peternak, Rasanya amat beda jauh ,bagai bumi dan langit istilah petani peternak di Indonesia dengan petani ternak di Negara lain misalnya Australia, Amerika dll.

MA’RIFATUL INSAN



MA’RIFATUL INSAN
(MENGENAL HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA)
 “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari saripati yang (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami balut dengan daging. Lalu Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”
 (Al-Muminun : 12-14)

Pernahkah kita bertanya pada diri tentang ‘siapa saya?’ Pertanyaan mendasar yang kadang kita belum mengetahui persis jawabannya. Terkadang kita hanya mengetahui diri kita sebatas nama diri, ortu kita, plus alamat tinggal dan sedikit karakter yang melekat. Tapi benarkah kita hanya sebatas itu? Nah, pada bagian pertama buku ini akan dijelaskan siapa kita, yang insya Allah setelah membaca dan memahaminya, kita akan menjadi mahasiswa cerdas yang paham who am i ?

Bagaimana Mengenal Nabi Lebih Dekat?

 Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan kita sebagai orang yang beriman. Segala puji bagi-Nya atas karunia besar menjadi pengikut Nabi Muhammad saw di saat banyak orang mengingkari risalahnya. Segala puji hanya layak untuk-Nya yang telah menjadikan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar dan diterima di sisi-Nya.
 Seseorang dikatakan mukmin hakiki bila ia memahami betul rukun iman, rukun islam, dan hakikat ihsan lalu menegakkannya. Ketiga fondasi itu bukan untuk sekedar dihapal layaknya anak sekolah dasar, namun untuk difa-hami dengan sungguh-sungguh. Bila pema-haman sudah benar, maka komitmen dalam menegakkannya pun akan lurus dan tidak me-nyimpang. Sebaliknya bila pemahaman terhadap tiga fondasi itu keliru, otomatis pene-rapannya pun akan keliru juga.

Ma’iyatullah (Merasakan Keberadaan Allah)

“Engkau mengabdi kepada Allah seaka –akan engkau melihat Dia, kalau engkau tidak dapat melihat dia maka sesungguhnya dia melihat kamu.” (HR. Muslim)
Seorang ibu penjual susu memaksa anak perempuannya untuk mencampur susu dengan air biasa. Anak perempuan tersebut berkata, “Tidak boleh, Bu. Amirul mukminin melarang kita mencampur susu yang akan dijual dengan air.”
“Tetapi semua orang melaksanakan hal itu nak. Campur sajalah! Toh Amirul mukminin tidak melihat kita melakukan hal itu,” Kata sang ibu.
“Bu, sekalipun Amirul mukminin tidak melihat kita, namun Rabb Amirul mukminin pasti mengetahui. Masya Allah, ucapan ini membuat Amirul mukminin yaitu Umar bin Khathab r.a. yang mengintai dari tirai berdetrai air matanya. Alangkah mulianya jika setiap muslim seperti anak tersebut, yang setiap hari menghiasi kehidupan dengan jiwa ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah).
Mungkin kitak tak akan pernah dengar yang namanya korupsi, penipuan, pembunuhan dan hal maksiat lainnya ketika kita selalu mengingat Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang selau mengingat Allah.
IKhwah Fillah, dalam setiap perbuatan tak akan pernah akan berbuah ibadah ketika kita niat karena Allah. Maka jadikanlah hiup ini bermakna dengan terus mengingat Allah dalam segalah bentuk aktivitas. Dan ingatlah akan pengawasan Allah yang tak pernah tidur dan juga Bashiran (maha melihat).
“Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang di bum? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dia yang keempat. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka dimanapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Mujadalah:7)
Ikhwah Fillah, ingatlah selalu akan Adzab allah ketika akan melakukan perbuatan maksiat dan ingatlah janji surga Allah ketika akan melakukan kebaikan. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu istiqomah untuk mengingat Allah di manapun dan dalam kondisi apapun. La takhafu wala tahzanu innallaha ma an. Wallahu alam bishawab. (kia)
p.s : Repost dari blog lama kami :), dengan sedikit pengedita

Tiga Kriteria Pengganti Umar

  Subuh itu Umar bin Khattab, seperti biasa menjadi imam shalat subuh di Masjid Nabawi. Setelah takbiratul ihram, tiba-tiba muncul seorang laki-laki, langsung menikam dada dan perutnya enam kali bertubi-tubi. Tubuh Umar roboh. Lalu para jamaah memapahnya ke rumahnya di sebelah masjid.
Dalam detik-detik kematiannya, yang terpikir oleh Umar adalah bagaimana supaya sepeninggal dirinya, kekhalifahan lebih baik lagi. Dia melihat ambisi sahabat-sahabatnya begitu besar, sehingga tidak mungkin menunjuk salah satu diantara mereka, seperti apa yang dilakukan Abu Bakar As-Sidiq kepada dirinya. 

Berburu Jabatan

“Jika mau kaya, jadilah pejabat/ anggota dewan,” demikian kalimat yang sering muncul di masyarakat. Cibiran ini bukan gurauan. Kalimat-kalimat seperti ini sering meluncur dari bibir rakyat kecil sekelas tukang becak, ojek,  sopir atau penjual kaki lima.

Menafakuri Pola Hidup Lebah

Para ahli menyebutkan bahwa lebah sudah ada di dunia pada zaman tertier, hampir 56 juta tahun sebelum kehadiran manusia di muka bumi ini. Allah SWT, telah memberikan berbagai kelebihan kepada lebah sebagai tanda kebesaran-Nya agar manusia dapat berfikir, terlebih-lebih bisa mensyukuri akan nikmat yang diberikan Allah kepada manusia. Bahkan dalam mitologi hindu pun lebah memperoleh tempat yang terhormat.

Hadits Nasehat Dan Motivasi..


Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud. (Shahih Muslim No.1575)

Ujian Dakwah

Islamedia - Dalam perjalananya, risalah dakwah yang diemban oleh para Da'i tidak selamanya berjalan dengan penuh kemulusan dan kelancaran. Ada kalanya menghadang berbagai bentuk rintangan dan ujian yang di hadapi seorang Da'i, diantaranya adalah:

Wahai Ikhwah, Telah Matikah Hati Kita?

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Dikasih amanah pura-pura batuk..Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..Afwan ane sakit..Afwan PR ane numpuk..Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk.

Hingga aku menutup mata, aku masih tetap dijalan ini

Jika saja jalan ini indah, pasti tak sedikit kan mengiringi..
Jika saja jalan ini mudah, lihatlah betapa banyak yang bertahan..
Jika saja jalan ini singkat, akan banyak yang setia menyertai..
Jika saja jalan ini menjanjikan nikmat dunia, maka akan banyak yang tergiur manisnya..

Namun jalan ini tak semulus itu..
Begitu banyak onak dan duri..
Penuh kerikil tajam menanti di hadapan..
Begitu sulit dan berkelok-kelok..
Bagitu panjang dan jauh membentang..

Puisi Dakwah (Arkanul Bai'ah)

Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.

Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan. Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang. Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia, tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya

Mengelola Ketidaksetujuan Terhadap Hasil Syuro

Oleh Anis Matta*
RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas masalah yang satu ini. Apa yang harus kita lakukan seandainya tidak menyetujui hasil syuro? Bagaimana "mengelola" ketidaksetujuan itu?

Kenyataan seperti ini akan kita temukan dalam perjalanan dakwah dan pergerakan kita. Dan itu lumrah saja. Karena, merupakan implikasi dari fakta yang lebih besar, yaitu adanya perbedaan pendapat yang menjadi ciri kehidupan majemuk.

Hilmi: PKS Akan Istiqomah Memperjuangkan Kebenaran, Apapun Resikonya


Pasca sidang paripurna DPR, rumor ihwal pencopotan sejumlah pos menteri milik PKS mencuat ke permukaan. Hal ini tidak terlepas dari sikap PKS yang kerap berbeda dengan koalisi.

Ketua Majelis Syura DPP PKS KH Hilmy Aminuddin menegaskan jika pun pada akhirnya empat kursi menteri PKS dicopot presiden, pihaknya sama sekali tak merisaukan.

DIalog Selepas Tengah Malam

“AKHI, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat temyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh." Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada murabbinya di suatu malam.

Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.