Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Bekerja Untuk Indonesia

Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Biduk Kebersamaan

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Kesungguhan Membangun Peradaban

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Perlukah Mengajar Anak Membeli Jeruk

  Biasanya ini terjadi di masyarakat perkotaan, anak berusia 15 tahun pandai mengarang, menghitung dan juara kelas pula, serta diikutkan oleh ayah dan ibunya les ini itu. Seringkali pula ia menjadi kebanggan orang tua dalam pertemuan keluarga maupun pertemuan dikalangan bisnis sang ayah karena sang anak tampan rupawan, bersih dan santun serta dibanggakan sebagai juara kelas di sekolahnya sehingga mengundang pujian

Sehat+Bugar dengan Sholat

Penelitian membuktikan gerakan shalat sesuai contoh Rasulullah saw dan tumaninah bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan, kita memperoleh manfaat serupa meski sekadar melafalkan kata ‘Allahu Akbar’.
Menurut penulis buku Shalatku Sehatku, dr Surahman Sjah Samsudin, gerakan shalat yang benar berdampak pada kekhusyukan dan membuat tubuh sehat plus bugar. “Sehat ketika tubuh dalam keadaan diam dan bugar saat tubuh dalam keadaan aktif,” kata anggota seksi kerohanian Islam Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Bogor ini.    
Nah, syarat bugar dilihat dari gerakannya. Di antaranya meningkatkan kekuatan jantung, paru-paru, daya tahan otot, serta kelenturan otot dan persendian. Percaya atau tidak, semua gerakan shalat itu mampu meningkatkan faktor-faktor tadi. Berikut penjelasan dokter Surahman:
Tegak
Berdiri tegak dengan kaki sejajar bahu dengan kepala lurus agak menunduk menandakan posisi tubuh stabil dan rileks. Sikap tubuh ini bermanfaat memelihara sumsum tulang belakang dan mempermudah pergerakan shalat. Sebab, tekanan ruas atas dan bawah seimbang.
Takbir
Tarikan tangan ke belakang membuat otot bagian bahu dan punggung bagian atas meregang menarik paru-paru. Sehingga, oksigen masuk ke dalam tubuh. Gerakan berulang dan berkelanjutan itu dapat meningkatkan daya tahan, kekuatan, kelenturan otot dan persendian.  
Saat menarik tangan ke belakang, tahan sesaat. Lalu mengucap Allahuakbar. Ucapkan ‘Al..’ sambil menekan lidah lalu geser ke atas mengucap “..Lahuakbar”. Pelafalan ini berpengaruh bagi kesehatan jiwa.
Meletakkan kedua tangan di dada
Kedua tangan lurus di atas dada membentuk sudut 60 derajat, membuat paru-paru dan otot kembali rileks.
Rukuk
Saat posisi tubuh ditekuk 90 derajat terjadi peregangan otot di daerah punggung dan penegak batang badan. Sehingga, keduanya menjadi lentur. Posisi ini terbukti ampuh mencegah nyeri punggung bagian bawah dan hernia.
Tekukan lurus pada kaki menguatkan persendian dan kestabilan lutut serta mencegah cedera ligamen. Sementara, tulang punggung yang diregangkan sampai lurus dapat mencegah kebungkukan.
I’tidal
Bangun dari rukuk dan mengangkat kedua tangan dapat memperkuat jantung. Sebab, ketika rukuk, semua otot menegang lalu mendorong aliran pembuluh darah naik ke jantung. Pada saat bersamaan, terjadi penekanan otot perut sehingga tubuh banyak mengeluarkan CO2.
Saat i’tidal, rongga dada terbuka dan menghirup oksigen. Sementara darah yang sudah menumpuk di atas saat rukuk, masuk ke dalam jantung. Gerakan ini mempercepat pengembalian darah ke jantung. Akibatnya jantung memompa cepat, paru-paru makin kuat, otot jadi lentur.
Sujud
Telapak tangan lebih dulu menyentuh tanah mencegah kerusakan tulang rawan dan sendi lutut. Saat kening sebagai titik tumpu menyentuh tanah, tulang punggung lurus mencegah tubuh dari kebungkukan dan mencegah terjadinya gangguan wasir.
Saat sujud, aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Selain itu, darah turun ke kepala sehingga banyak oksigen mengalir ke otak. Alhasil, sujud secara berkelanjutan berdampak memacu kecerdasan.
Nah, jika posisi ini bertahan lebih dari satu menit, tubuh mengeluarkan zat nitrik oksida. Zat ini dapat melebarkan pembuluh darah dan melawan peningkatan kadar zat adrenalin yang berefek menyempitkan pembuluh darah. Gerakan yang berulang menambah elastisitas pembuluh darah otak. Alhasil, ketika terjadi penekanan dalam otak, pembuluh darah tidak mudah pecah dan kita terhindar dari stroke.
Duduk di antara dua sujud
Posisi paha menempel pada betis ini merangsang pengeluaran zat keringat dan mencegah osteoporosis.                 
                  Tasyahud Akhir
                  Menekuk jari-jari kaki sebelah kanan dan telapak kaki tegak menguatkan otot telapak dan kelengkukan kaki.  Saat tasyahud awal dan akhir terjadi penekukan maksimal. Posisi ini sebenarnya mengakibatkan aliran darah terhenti dan pembusukan jaringan kaki. Namun, karena gerakannya bertahap, tubuh jadi terlatih membentuk sistem kolateral. Sehingga, pembuluh darah menjadi lebih elastis. Bahkan, dapat mencegah terjadinya sumbatan pada arteri, vena dan komplikasi penyakit diabetes akibat gangguan pembuluh darah.
Salam
Mengucap salam lalu menolehkan kepala membuat otot leher rileks dan mengurangi sakit kepala. Jalur padat cairan getah bening ada di leher bagian kiri. Itu sebabnya, kita lebih dulu menoleh kepala ke kanan. Tujuannya, memijat leher bagian kiri dan membuat otot meregang. Getah bening yang berfungsi menyaring dan memakan kuman penyakit dalam darah pun mengalir lancar.
Ternyata, tak perlu repot untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan sehat. Shalat dengan gerakan yang benar adalah jawabannya.  Ratna Kartika
Tahukah Anda?
-        Shalat mencegah kepikunan karena gerakannya meningkatkan brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Yakni, sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung lebih banyak informasi.
-        Lakukan dengan tenang untuk mendapatkan hasil optimal. Jika tergesa-gesa akan memperberat kerja jantung dan paru-paru.
-        Peregangan otot perut saat sujud dan rukuk memperlancar sistem pencernaan. Sebab, organ pencernaan dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian.
-        Gerakannya digunakan dokter sebagai bagian dari fisioterapi.

Puding Ubi Ungu

Puding Ubi Ungu 238x300 Puding Ubi Ungu
 Pudding ubi ungu
  • 1 bungkus agar-agar putih
  • 700 ml susu cair
  • ½ sdt vanili bubuk
  • ½ sdt garam
  • 100 gram ubi thailand, kukus, haluskan
  • 150gram gula pasir
Cara Membuat:
Campur agar-agar, susu, gula, vanili dan garam. Aduk rata. Tambahkan ubi yang sudah dihaluskan. Masak sampai mendidih sambil diaduk. Angkat.
Tuang dalam cetakan puding, biarkan dingin. Simpan dalam lemari es. Sajikan dingin.

Puding strawberry

PudingStrawberry 300x225 Puding Stowberry
Puding Strawberry

Bahan :
  • 800 ml susu cair
  • 1 bungkus agar-agar merah
  • 150 gr gula pasir
  • 100 gr selai stroberi
  • 200 gr stroberi segar, potong dua bagian
Cara Membuat :
Siapkan cetakan mangkuk kecil, lalu letakkan potongan stroberi di bagian pinggir cetakan. Sisihkan.
Campur susu cair, agar-agar, dan gula pasir, lalu masak sambil terus diaduk hingga mendidih.
Masukkan selai stroberi, aduk hingga rata. Angkat, lalu aduk terus hingga uapnya hilang.
Tuang adonan agar-agar ke dalam cetakan, diamkan hingga mengeras.

Dendeng Ragi Kambing

Dendeng Ragi Kambing Dendeng Ragi Kambing
Dendeng Ragi Kambing

Bahan :

  • 1 kg daging kambing, potong persegi
  • 1 kelapa setengah tua, diraut memanjang
  • 600 ml air kelapa, didihkan
  • 200 ml minyak goreng
Bumbu Halus:
  • 10 bawang merah
  • 8 siung bawang putih
  • 6 butir kemiri
  • 3 sendok teh ketumbar, disangrai
  • 2 mata asam jawa
  • 5 sendok makan gula merah
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh merica
  • 1/2 pala
  • 1 sendok teh jintan
  • 1/2 ruas jari kencur
  • Seruas jari kunyit
  • 1/2 ruas jari jahe
  • Sebatang serai, dipotong halus
  • Seruas jari lengkuas
  • 2 lembar daun salam
Cara Membuat:
Campur daging kambing, bumbu halus, dan kelapa parut. Remas-remas hingga bahan tercampur rata. Ungkep dalam wajan hingga daging berubah warna dan keluar air. Tumis sejenak, kemudian tuangkan air kelapa mendidih. Masak hingga daging lunak. Angkat.
Panaskan minyak goreng, masukkan daging campur kelapa. Tumis terus hingga air habis dan kering.

Tumis Bunga Pepaya

Tumis Bunga Pepaya

Bahan:
  • 250 g bunga pepaya, bersihkan
  • 2 sdm minyak sayur
  • 5 siung bawang merah, iris tipis
  • 2 siung bawang putih, iris tipis
  • 1 batang daun bawang, potong 3 cm
  • 2 buah cabai merah, iris serong tipis
  • 2 buah cabai hijau, iris tipis
  • 4 buah cabai rawit merah, iris serong
  • 1 lembar daun pandan muda, iris kasar
  • 50 g teri nasi tawar goreng
  • 1 buah jagung manis, serut bijinya
  • 30 lembar daun kemangi
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
Cara Membuat:
Rebus bunga pepaya dalam air secukupnya yang diberi sedikit garam hingga lunak.
Angkat dan tiriskan. Sisihkan.
Tumis bawnag merah dan bawang putih hingga layu dan wangi.
Tambahkan daun bawang, cabai merah, cabai hijau, cabai rawit dan daun pandan. Aduk hingga layu.
Masukkan jagung muda, aduk-aduk hingga layu.
Tambahkan bunga pepaya dan teri, aduk-aduk hingga layu.
Tambahkan daun kemangi, merica dan garam. Aduk hingga rata.
Angkat, sajikan panas.

Nasihat Yang Mengubah Hidup

Jika Anda sedang berjalan, kemudian mendapatkan nasihat dari seseorang bahwa ada bahaya dalam perjalanan yang Anda tempuh.
Apa reaksi Anda? Ada banyak reaksi yang bisa terjadi. Semua reaksi ini bisa terjadi spontan, tergantung bagaimana kondisi pikiran Anda.
Anda bisa mengatakan:
  1. “Terima kasih telah memberi tahu saya.”
  2. “Terima kasih telah mengingatkan.”
  3. “Sok tahu! Saya juga tahu.”
  4. “Emang siapa loe?”
  5. “Bukan hanya bahaya, tapi menanjak juga!”
Anda bisa memilih sikap Anda. Mau yang mana? No 1 atau 2 adalah yang terbaik. Sebab orang itu justru akan menyelamatkan Anda. Nasihat itu tanda cinta, maka sewajarnya jika kita berterima kasih karena mendapatkannya tersebut.
Saya yakin, Anda tidak setuju dengan jawaban no 3 sampai 5. Disini, ego kita yang muncul. Namun, sering kali banyak yang melakukannya tanpa disadari. Mari kita bahas satu persatu.

Jika Anda Sudah Tahu Tentang Nasihat Itu

Bisa jadi, seseorang memberi nasihat kepada tentang sesuatu yang sebenarnya Anda sudah tahu. Anda sudah menjalankannya selama ini. Anda pernah membacanya. Anda pernah mendengarkannya. Namun, haruskah kita mengatakan hal jelek terhadap pemberi nasihat. Anda berusaha menunjukan diri bahwa Anda sudah tahu?
Tentu tidak, ingat bahwa nasihat tanda cinta. Meski kita sudah tahu, anggaplah itu untuk mengingatkan. Mungkin Anda tidak lupa, tetapi saat Anda mendengar secara berulang kali, maka akan lebih meresap ke dalam hati Anda dan akan membentuk karakter dan kepribadian Anda. Itu adalah sesuatu positif. Kenapa Anda harus menolaknya? Kenapa harus menunjukan ego sendiri?

Lihatlah Nasihatnya Bukan Orangnya

Terimalah nasihat meski Anda sudah tahu, bahkan saat Anda yang sebenarnya lebih pantas memberi nasihat. Bisa jadi, orang yang memberi nasihat tidak lebih tahu dibandingkan dengan Anda. Mungkin dia masih awam, kurang ahli, kurang bijak dibandingkan dengan Anda. Namun, lihatlah nasihatnya. Tidak perlu melihat orangnya, selama itu baik, bermanfaat untuk Anda, maka Anda patut berterima kasih.
Tidak perlu mempertanyakan “siapa loe?” Ini artinya kesombongan Anda muncul, merasa diri lebih hebat dibandingkan pemberi nasihat, padahal bisa jadi dia tulus ingin membantu Anda.


Jika Nasihat Tidak Sempurna Maka Ada Yang Salah

Bisa jadi Anda menerima nasihat yang salah. Itu bisa saja, yang namanya orang tidak luput dari kesalahan. Atau bisa jadi nasihat itu salah bagi Anda saja karena kondisi dan situasi Anda berbeda. Namun lihatlah niat dibaliknya. Dia memberikan nasihat kepada Anda karena peduli. Mungkin salah karena dia tidak tahu kondisi Anda yang sebenarnya. Anda tidak perlu membantahnya, apalagi sambil marah atau menyerang dengan kata-kata yang tidak baik.
Tetaplah menerima nasihat itu. Tetaplah berterima kasih meski terlihat tidak berguna bagi Anda. Bahkan, jika sebuah nasihat seolah akan menjerumuskan Anda, tetaplah berterima kasih. Jika perlu, berikan penjelasan dengan cara yang baik bahwa nasihat tersebut tidak cocok dengan Anda. Jika salah, jelaskan dengan cara yang baik pula. Jangan sampai cinta dan kepedulian orang malah kita balas dengan sesuatu yang tidak mengenakan.

Nasihat Yang Tidak Lengkap

Pastinya, Anda akan menerima nasihat yang tidak lengkap. Tentu saja, karena tidak mungkin semuanya dibahas dalam satu pembicaraan. Anda akan selalu bisa melihat ada kekurangan dalam nasihat. Jika Anda meneirma nasihat tentang menuntut ilmu, mungkin Anda melihat ada yang kurang. Bisa jadi Anda mengatakan:
“Percuma menuntut ilmu, jika tidak diamalkan.”
Apa yang Anda katakan itu benar. Dimana masalahnya?

Pertama, Anda mengalihkan fokus. Mungkin pemberi nasihat itu sedang fokus tentang menuntut ilmu. Sama sekali tidak ada perkataan yang melarang amal atau tidak perlu diamalkan. Dia hanya sedang membahas ilmu. Saat Anda mengatakan hal itu, sebenarnya itu muncul dari ego, ingin menunjukan diri lebih tahu.
Kalau pun, nasihat itu dilanjutkan. Misalnya Anda harus beramal, maka Anda bisa menjawab lagi:
“Percuma beramal jika tidak ikhlas.”
Sekali lagi, isi dari perkataan itu tidak salah. Yang salah adalah sikapnya dalam menerima nasihat. Nasihat itu tidak pernah lengkap. Tidak mungkin bisa membahas seluruh Al Quran hanya dalam satu buku, satu artikel, apalagi satu status di halaman facebook.
Jika Anda hanya melihat apa yang kurang, maka Anda hanya fokus pada kekurangan itu. Sementara fokus Anda dalam menerima akan hilang.

Kedua, jika Anda terus melihat kekurangan dan menunjukan kekurangan tersebut, itu artinya Anda hanya mementingkan ego Anda. Nasihat tidak akan berarti sama sekali jika Anda fokus mengurus ego Anda, jika Anda ingin dilihat lebih tahu, lebih bijak, dan lebih pintar.
Orang sedang membahas masalah amal bukan berarti tidak tahu tentang ikhlas, hanya saja dia sedang fokus membahas amal, saat itu. Mungkin waktu yang lain, baik yang sudah lalu maupun yang akan datang, dia sudah atau akan membahas tentang ikhlas. Mungkin karena kondisi Anda saat ini memang kurang amal. Meski Anda tahu, amal itu harus ikhlas, tetapi jika amalnya tidak ada?


Emangnya Gue Nggak Tau?

Satu lagi kasus, kadang ada orang yang sok pintar, dia menasihati Anda karena dengan maksud merendahkan Anda atau menganggap Anda tidak tahu. Bisa jadi dia memberi nasihat kepada semua orang karena dia ingin dianggap hebat. Mungkin ada. Yang perlu kita perhatikan adalah
  • Tidak semua orang yang menasihati Anda bermaksud merendahkan Anda. Jadi jangan selalu memunculkan ego atau melawan saat ada seseorang yang menasihati Anda, karena bisa jadi dia orangnya tulus. Meski isinya Anda sudah tahu, tetaplah berbaik sangka dan berterima kasih.
  • Jika isinya baik, kenapa tidak? Mungkin, sekali lagi mungkin, seseorang bermaksud merendahkan Anda, namun jika isinya itu baik, terima saja. Kita tidak akan pernah menjadi rendah karena menerima nasihat yang baik. Fokuslah pada diri Anda.
Pada zaman sekarang, zamannya informasi, Anda akan mudah menerima nasihat. Bisa melalui media, website, facebook, twitter, dan SMS. Banyak sekali caranya. Jika kita menyikapinya dengan baik, maka nasihat-nasihat yang datang akan mengubah Anda menjadi pribadi yang lebih baik.

Posted By : PKS Leuwiliang

Ummat Terbaik

Menarik sekali sebuah artikel yang dimuat oleh dakwatuna.com tentang menjadi umat terbaik. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa ciri utama menjadi umat terbaik ialah kemampuan dan kemampuan untuk memberi kepada sesama. Ada poin terakhir yang menarik perhatian saya, yaitu untuk menjadi pemberi kita harus punya terlebih dahulu apa yang akan diberikan.
Sebuah botol tidak akan bisa mengisi gelas jika botol tersebut kosong.
“Jangankan memberi untuk orang lain. Untuk diri sendiri pun saya masih sulit.”

OK, mungkin ini benar. Kita bisa saja masih kesulitan untuk memberi. Namun sebagai seorang Muslim yang ingin memberi, maka tugas kita untuk menjadikan masalah ini segera teratasi. Artinya kita harus mau bertumbuh untuk menjadi pribadi yang sanggup memberi. Jika Anda tidak mau seperti Aisyah r.a. yang masih tetap mau memberi meski kekurangan, maka jadikan diri Anda menjadi orang yang berlebih agar bisa dengan mudah memberi kepada orang lain. Berusahalah agar Anda menjadi umat terbaik.



Namun alangkah baiknya, meski kita masih kurang kita tetap memberi. Bukankah Allah sudah berjanji akan melipat gandakan pemberian kita? Jangan marah jika Indonesia dan umat Muslim di Indonesia memberi begitu banyak harta ke rakyat Palestina. Pemberian itu tidak akan membuat Indonesia menjadi miskin, justru kita akan mendapatkan tambahan nikmat berlipat ganda dari Allah karena sudah memberi.

Tentu kita akan lebih banyak memberi jika kita kaya atau sejahtera. Oleh karena itu, menjadi kaya adalah hal yang baik jika kita tujukan untuk memberi. Bagaimana mana pun orang kaya akan lebih banyak beramal dibandingkan orang miskin (bukan berarti orang miskin tidak bisa beramal).



Saat orang miskin berdzikir, orang kaya pun bisa.
Saat orang miskin puasa, orang kaya pun bisa.
Saat orang miskin shalat, orang kaya pun bisa.
Saat orang miskin ikhlas, orang kaya pun bisa.
Saat orang kaya bershadaqoh, orang miskin pun bisa (tapi tidak sebanyak orang kaya).
Orang berpikiran negatif berkata, “Buat apa banyak berinfak jika tidak ikhlas.” dan menjadikan alasan untuk tidak mau berusaha.

pemain terbaik


Betul, tetapi bukan alasan untuk tetap miskin. Anda bisa banyak berinfak dan ikhlas.
Harta memang bukan solusi utama dalam berbagai hal. Namun harta akan memudahkan banyak hal. Umat muslim harus menjadi umat terbaik.

Posted By: PKS Leuwiliang