Menafakuri Pola Hidup Lebah

Para ahli menyebutkan bahwa lebah sudah ada di dunia pada zaman tertier, hampir 56 juta tahun sebelum kehadiran manusia di muka bumi ini. Allah SWT, telah memberikan berbagai kelebihan kepada lebah sebagai tanda kebesaran-Nya agar manusia dapat berfikir, terlebih-lebih bisa mensyukuri akan nikmat yang diberikan Allah kepada manusia. Bahkan dalam mitologi hindu pun lebah memperoleh tempat yang terhormat. Sebab, Wisnu sebagai lambang kehidupan digambarkan sebagai seekor lebah yang beristirahat di atas bunga teratai.

berikut ini beberapa hal yang dapat kita tiru dan menjadikan pelajaran dari kehidupan lebah, diantaranya : 
Pertama : lebah hidup di tempat yang lebih baik, tidak merusak sedikit pun. Sekalipun hinggap di ranting yang rapuh, ranting itu tidak akan rontok. Lebah cerdas memilih lingkungan yang baik dan tidak mencemari lingkungan tersebut dengan dalih apapun.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-qur'an yang berbunyi :

" Dan bila dikatakan kepada mereka: janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi 24). Mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. " (Q.S. Al-baqarah : 11)


Kedua : Lebah senantiasa makan makanan yang baik, baik secara nilai maupun gizinya. secara nilai makanan itu halal dan diperoleh dengan cara yang baik. bukan melalui korupsi, manipulasi dan cara-cara lain yang negatif. 


Dalam Al-qur'an Allah Berfirman: " Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika jkamu hanya kepada-Nya saja menyembah. " (Q.S. An-nahl:114)

Dalam konteks ini, jika manusia memperoleh rezeki dari yang salah dan tidak halal, makan akan mempengaruhi jiwa manusia, cenderung kepada yang menyalahi fitrah. Dari segi gizi, lebah sangat cerdas memilihnya. Sari bunga adalah pilihannya. Makanan yang serat dengan gizi alami, bebas zat-zat kimia pengawet, sehingga dapat dicerna oleh tubuh dan tidak ada efek samping.

Ketiga: Pola hidup lebah berkelompok, bermasyarakat, punya pemimpin, semokratis, bersahabat penuh kekeluargaan, dan jauh dari sifat egoisme. bahkan lebah telah mensejajarkan bagaimana cara bermasyarajat yang penuh kedamaian, jauh dari sifat permusuhan, apalagi saling membunuh.



Allah telah berfirman: " Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (Q.S. An-Nahl:90)


Keempat: seluruh aktivitas lebah mempunyai manfaat. jauh dari sifat hura-hura dan kemubadziran, apalagi merusak tanaman. Bahkan lebah secara cantik memperagakan kekompakan untuk menyelesaikan masalah yang ditemuinya. Mereka satu komando, satu perjuangan (jadi teringat lagunya brothers nih) untuk mencapai tujuan bersama, yaitu 'perdamaian'(kalau ini jadi teringat lagunya gigi band). Inilah tanda kebesaran Allah yang ditunjukan dari kehidupan lebah agar manusia dapat berfikir dan bisa mengambil faedahnya.



khasiat Cairan Ajaib Sang Lebah
" Dan tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang dibukit-bukit, dipohon-pohon kayu, dan tempat yag dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempulah jalan tuhanmu yang telah memudahkanmu. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." (Q.S.An-nahl:68-69)

Dari keterangan ayat diatas, sudah barang tentu bahwa lebah memproduksi " cairan ajaib" yang bernama madu. Cairan madu selain dapat menyehatkan juga dapat menjadi obat alamiah untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Pengalaman manusia purba sejak zaman nabi nuh hingga abad ultra modern kini telah membuktikan khasiat madu. cairan ajaib ini ketahanannya pun tak bisa diragukan lagi. Madu dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sekali, namun diusahakan disimpan di tempat yang bersuhu 5-10 derajat celcius dengan pertukaran udara yang cukup karena madu mudah sekali menyerap air dan bisa beragi. Di udara lembab berat madu dapat bertambah 33% dari berat sebelumnya.

Sangatlah jelas bahwa lebah mempunyai berbagai kelebihan yang dapat dipetik faedahnya oleh manusia. Ada baiknya manusia bisa belajar dari kehidupan lebah. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang memiliki kecerdasan untuk mengambil pelajaran dari setiap " fenomena alam" dalam merenungi tanda-tanda kebesaran sang Maha Pencipta. Wallahu'alam bis showab.

Posted By : pks leuwiliang




0 komentar:

Post a Comment