Kronologis Penyerangan, Penculikan & Penghancuran Masjid Al Ikhlas

Medan (voa-islam) – Tidak ada yang menyangka, Rabu, 4 Mei 2011 dinihari, sekitar pukul 00.55 WIB ratusan orang tak dikenal dengan kasar dan beringas masuk ke dalam Masjid Al Ikhlas yang berlokasi di Jl. Timor No 23, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur- Sumatera Utara.
Setelah mematikan aliran listrik terlebih dulu, hingga ruang masjid menjadi gelap, aparat berpakaian preman tanpa membuka alas kaki,  tiba-tiba memasuki masjid dan langsung saja menyergap 18 jamaah yang sedang beritikaf dan berjaga-jaga.

Setiap jamaah disergap oleh 2-3 orang, lalu tanpa perlawanan 18 jamaah itu diseret keluar, diangkut ke atas truk tanpa diberi kesempatan untuk mengenakan Lobe/Peci, sandal, sepatu, sepatu mereka. Saat penyergapan, aparat juga merampas handphone, dompet, tas, dan barang-barang lain milik  jamaah. Bahkan diantara jamaah ada yang ditendang. Karena handphone jamaah dirampas, akses komunikasi pun mati. “Kami ditendang dan diseret untuk naik ke atas truk, sementara dompet dan barang-barang kami tertinggal di masjid,” kata Imam Masjid Al Ikhlas Bakti Sutarno.

Selanjutnya, seluruh jamaah digiring ke dalam truk yang sudah tersedia di pekarangan masjid, kemudian dibawa ke Mapolresta Medan dengan menggunakan empat truk Polisi. Setidaknya, di luar pekarangan Masjid ada ratusan Polisi bersenjata lengkap.
Berikut, diantara nama-nama jemaah yang dibawa ke Mapolresta :  Affan Lubis, Ahmad Husein Yusuf, Aswandi Lubis, Muhammad Irfan, Sofyan Syah, Hasan Basri Koto, Dedi Irawan, Bakti Sutarno, Ahmad Suadi Lubis, Danil, Robi K, M Akbar, Ardi, Angga, Aidan, Sunar. Sedangkan dua orang lainnya belum tercatat.

Sesampainya di Mapolresta, ke-18 jamaah di perintahkan untuk berbaris dan berjongkok untuk didata berkaitan barang-barang yang masih tinggal di masjid, selanjutnya digiring masuk ke ruangan Intel Mapolresta. Beberapa saat diruang intel, sebagian HP milik jamaah dikembalikan, namun tidak boleh diaktifkan. Sedangkan sebagian barang jamaah lain, seperti HP, tas, helm, uang, dan barang-barang lainnya sampai sekarang belum dikembalikan. Setelah lebih dari dua jam “diculik” di Mapolresta Medan , ke-18 jamaah tersebut diizinkan untuk pulang .


Sekitar Pukul 04.30, Pengurus FUI mencoba untuk melihat kondisi Masjid, namun jalan masuk masjid dijaga ketat oleh ratusan aparat berseragam loreng, tepatnya seragam TNI berpentungan. Ketika itu terlihat, masjid sudah rata dengan tanah.
Boleh jadi, setelah semua jamaah masjid di evakuasi ke Polresta Medan, barulah ratusan pria tersebut meruntuhan masjid dengan dibantu alat berat berupa tiga buldozer dan becho. Sementara itu, di luar masjid aparat berseragam memblokir setiap ruas jalan menuju masjid tersebut.

“Sekitar pukul 4.50 , saya melihat menara masjid sudah tumbang dan diangkut ke atas truk” kata seorang warga yang menyaksikan penumbangan menara masjid tersebut.
Yang jelas, ancaman pembongkaran terhadap Masjid Al Ikhlas, bukan sesekali terjadi, melainkan sudah berulang kali. Pernah, pada 5 Februali 2011 sebelumnya, atap masjid, diantaranya: 200 seng hilang, kosen-kosen dibongkar, dan plafon masjid pun dirusak. Sepertinya ada perencanaan yang masak, masjid akan runtuh dengan sendirinya.

Posted By : PKS Leuwiliang

0 komentar:

Post a Comment